Pantai Pidakan Pacitan

Pembahasan kali ini adalah Pantai Pidakan Pacitan. Lain halnya dengan sebuah pantai di Pacitan bernama pantai Soge yang berhiaskan pasir halus berwarna putih. Kali ini Pantai Pidakan berhiaskan dengan pasir besar berwarna putih. Pasir besar disini merupakan batu-batu yang bertaburan di tepi pantai menggantikan pasir putih. Bagi yang mempunyai beberapa masalah dengan organ tubuh bagian dalam tidak perlu repot-repot untuk operasi menghabiskan banyak uang, anda bisa melakukan terapi di Pantai Pidakan ini sembari menenangkan pikiran. Karena batu-batu yang bertebaran disini dipercaya dapat memperlancar aliran darah dan membuat syaraf-syaraf di tubuh kembali normal dengan menginjak bebatuan yang ada disini.

Untuk menuju ke Pantai Pidakan ini cukup mudah melalui Jalur Lintas Selatan dari arah alun-alun kota Pacitan, nanti di tepi jalan ada petunjuk arah untuk menuju ke Pantai Pidakan. Pantai Pidakan berada di jalur menuju ke Pantai Taman, jika para wisatawan melihat pantai dengan batu bertaburan, tidak salah lagi itu adalah Pantai Pidakan. Dari pusat kota Pacitan membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menuju ke pantai ini, kira-kira 20 km dari pusat kota. Di pantai ini juga menyediakan warung makan untuk mengisi perut kita yang lapar setelah menyusuri pantai berbatu ini. Tetapi warung tersebut hanya buka sampai siang saja, karena belum ada aliran listrik yang terpasang di daerah pantai ini, sehingga kita pun juga tidak bisa berlama-lama di pantai ini.

Seperti halnya pantai-pantai indah lainnya di Pacitan, Pantai Pidakan ini juga mempunyai panorama beberapa pohon kelapa yang menghias tepi pantai berbatu ini. Tepi pantai yang sangat luas dengan deburan ombak ke arah batu karang yang membentuk sebuah goa dari karang dengan hiasan batu-batuan yang cukup besar berbentuk oval atau bulatan sebesar singa dewasa. Pantai Pidakan Pacitan ini sangat cocok untuk fotografi. Bagi wisatawan yang menyukai fotografi, anda dapat memuaskan hasrat fotografernya anda di pantai ini. Karena pemandangan batu yang cukup natural dan tersusun indah dapat menjadi objek cantik dalam jepretannya.

Artikel Lain:  5 Hal Menarik di Pantai Teleng Ria

Pantai ini mengingatkan kita dengan Pantai Raja Ampat. Pantai Pidakan ini seperti miniatur dari Raja Ampat di Papua. Tepatnya Papua Barat. Perbedaannya hanya jenis batu dan besarnya batu yang menghiasi pantainya. Kalau Raja Ampat berbentuk batu karang, di pantai ini berbentuk seperti batuan dengan tekstur halus yang cukup besar, namun tidak sebesar karang yang terdapat di Raja Ampat. Pantai ini memiliki tepi yang cukup landai, dengan batu-batu kecil berserakan yang dapat membuat wisatawan sering terpeleset. Jadi harap berhati-hati ketika anda menyusuri pantai ini.

Di pantai ini kita juga dapat menemukan beberapa binatang laut, seperti bintang laut, landak laut, ikan gembung dan masih banyak lagi hewan-hewan laut yng dapat kita temui disini. Bibir pantainya hampir menyerupai pantai yang terdapat di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta, yaitu Pantai Indrayanti. Dengan ombak yang tidak terlalu besar kita dapat menyusuri karang datar yang menuju ke arah ombak pantai. Di karang datar itulah kita dapat menemukan hewan laut bersembunyi di sela-sela karang.

Ingat, ketika kita sedang pergi ke suatu tempat, kita juga harus menjaga tempat tersebut agar tidak rusak. Jadi jangan berusaha merusak habitat yang ada disitu. Pantai Pidakan Pacitan masih dalam satu rangkaian pantai selatan. Ada sebuah kisah yang menceritakan mistisnya pantai ini. Ada seorang fotografer, dia ingin mengambil gambar dari keindahan pantai ini, namun apa yang terjadi, fotografer tersebut kerasukan. Usut punya usut, ternyata sang fotografer tersebut mengambil salah satu batu yang terdapat di pantai itu. Untuk wacana saja, jika kita pergi ke suatu tempat, biarkan tempat yang begitu adanya tetap begitu. Sesuatu hal yang indah, biarlah tetap indah seperti apa adanya.

Artikel Lain:  Pantai Banyu Tibo Pacitan

Seperti halnya di Pulau Bali. Hampir di semua lokasi di Pulau Bali merupakan tempat yang sakral karena kebudayaan dan agama yang terdapat di Pulau itu menyatu dengan harmonis. Oleh karena itu, layaknya sebuah adzab dari Allah bagi orang yang berusaha untuk merusak lingkungan atau melanggar adat di sekitar. Tetapi tidak hanya di Bali ataupun Pulau Jawa, pulau-pulau dan daerah-daerah lainnya pun juga demikian adanya. Karena agama, kebudayaan dan adat yang ada di Indonesia ini, kita yang suka berwisata ke satu tempat dan tempat lainnya harus menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sekitar.