Goa Tabuhan Pacitan

Liburan panjang biasanya dimanfaatkan oleh para pelancong untuk berwisata. Selain mencari pengalaman baru, berwisata juga dapat menghilangkan kepenatan setelah lama bekerja atau sekolah. Berwisata bisa dilakukan dimana saja, misalnya ke taman bermain, kebun binatang, atau sekedar ke taman- taman kota. Tidak jarang pula banyak yang lebih memilih untuk jalan- jalan santai ke mall atau pusat perbelanjaan lainnya.

Nah, jika Anda merasa bosan dengan tempat wisata yang itu- itu saja, ada baiknya Anda kunjungi wisata alam yang satu ini, yaitu Goa Tabuhan Pacitan. Berlokasi di Jawa Timur, tepatnya di Desa Wareng, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan, sekitar 40 km ke barat dari Kota Pacitan, goa ini menawarkan keindahan alam yang menawan. Selain karena keindahan stalaktit dan stalaknitnya, Goa Tabuhan juga terkenal karena keunikannya, yaitu bebatuannya bisa mengeluarkan bunyi- bunyian seperti gamelan bila dipukul. Sisi mistis lainnya yang ditawarkan oleh goa ini adalah adanya beberapa sendang yang didalamnya dipercaya mengandung kekuatan magis.

Menurut sejarah, goa ini awalnya ditemukan oleh Kyai Santiko Lelana ketika ia sedang mencari sapinya yang hilang. Setelah itu, goa ini diambil alih dan dibersihkan oleh dua orang yaitu Raden Bagus Joko dan Raden Putri. Sebelum menjadi objek wisata, goa ini dulunya adalah tempat bertapa atau bersemedi, maka tidak heran dahulu banyak yang menyebut goa ini sebagai Goa Tapan. Bahkan mitosnya, Pangeran Diponegoro pun dahulu pernah bertapa disini. Namun seiring perkembangan jaman dan perawatan, goa ini akhirnya beralih fungsi menjadi tempat wisata. Dibuka sejak 1998, kini goa ini sudah menjadi ikon tersendiri bagi kota Pacitan

Akses jalan ke lokasi ini relatif mudah, karena sudah melewati jalan beraspal yang melintasi desa- desa kecil disekitarnya. Untuk retribusi masuk, Anda hanya dikenakan biaya sebesar Rp 4.000 per orang. Jika Anda datang menggunakan bus, sampai di terminal aka nada jasa ojek yang bisa mengantar Anda sampai Goa Tabuhan Pacitan dengan biaya Rp 10.000. Jika ingin berhemat, Anda bisa datang di hari pasaran Pahing, karena ada ppick up khusus yang disediakan bagi para wisatawan. Harga sewanya pun relative murah, cukup Rp 3.000 per orang. Begitu sampai di dalam goa, suasana terasa sangat sejuk, namun akses cahaya cukup terbatas. Karena itu, ada baiknya jika Anda membawa senter atau alat penerangan sejenis untuk memudahkan Anda menyusuri Goa Tabuhan.

Artikel Lain:  Goa Gong Pacitan

Di goa ini, ada 2 ruangan utama. Begitu masuk di gua yang berbentuk seperti kubah ini, Anda akan disuguhi stalagtit dan stalagnit yang indah. Panjang dari tiap stalagnit dan stalaktit kira- kira 7 meter dan diameternya mencapai 1 meter. Jika diamati, rangkaian stalaktit dan stalagnit tersebut menyerupai pilar- pilar yang menyangga goa. Jalan dalam goa cukup besar, namun jika Anda telusuri lebih dalam Anda akan menemukan sebuah jalan kecil yang dipercaya menjadi petilasan Pangeran Diponegoro dan pengikutnya saat bertapa dahulu.

Beberapa batuan di dalam gua dapat mengeluarkan suara unik seperti gamelan saat dipukul. Karenanya, sekelompok pemusik tradisional memanfaatkan keunikan ini untuk menggelar pertunjukkan musik di dalam goa. Mereka terdiri dari penabuh kendang, penabuh batu- batuan, dan sinden alias penyanyi tembang jawa. Memang sulit dipercaya, namun inilah yang mebuat goa ini khas. Jika weekend tiba, Anda bisa menikmati pertunjukkan ini secara gratis karena lebih banyak pengunjung yang datang. Namun disarankan untuk memberi uang sukarela pada para penampil ini. Namun jika Anda ingin pertunjukkan ini digelar saat hari biasa, maka Anda harus merogoh kocek sebesar Rp 70.000 untuk sekali tampil. Biasanya, para pemusik ini akan memainkan 5-6 lagu dalam satu penampilan.

Jika sedang suntuk atau bingung mengisi liburan, menikmati keindahan Goa Tabuhan Pacitan sembari mendengarkan alunan musik jawa yang indah bisa Anda jadikan alternatif wisata yang baru. Selain murah meriah, nuansa alam yang indah dan sejuk akan membantu kita untuk lebih rileks dan menghargai alam ciptaan Tuhan yang tak bisa direkayasa oleh manusia.