Monumen Cinta2

Letaknya tidak jauh dari pusat kota, tepatnya di tepi jalan WR Supratman. Terdapat sebuah Makam Kucur yang belakangan sering disebut Monumen Cinta. Bangunan eksotis dgn dibumbui kisah yang romantis tersimpan indah di sebuah Mausoleum (bangunan makam yang megah, semacam Monumen). Disebut Monumen Cinta karena ditempat ini ditemukan prasasti yang ditulis menggunakan sandi Vigenere Klasik oleh seorang tuan Belanda untuk kekasihnya seorang wanita pribumi. Memasuki halaman makam kita akan melihat tampak depan dari Mausoleum dan mendapati tulisan R.I.P di bagian atasnya. Sedangkan di bagian belakangnya terdapat tulisan “VERLATEN MAAR NIET VERGETEN” yang memiliki arti Yang Ditinggalkan Tetapi Tidak Terlupakan.

Monumen Cinta

sumber gambar: ngrasanipacitan.wordpress.com

Pada bagian bawah pilar terdapat ornamen khas Yunani, Lyra. Makam tersebut ditutup dengan batu nisan panjang yang terbuat dari batu pualam dalam ukuran yang cukup besar. Prasati diatas batu panjang inilah yang menjadi alasan beberapa ilmuwan di luar negeri tertarik untuk menelitinya. Tidak kurang ada 3 peneliti yang mencoba untuk memecahkan sandi Vigenere Klasik yang terdapat pada prasati tersebut. Penelitian yang pertama dilakukan oleh Henri Chambert-Loir bersama Claude Guillot dan Willem G.J. Remmelink. Tulisan pada batu nisan (epitaph) tersebut sempat menjadi misteri yang tidak dapat diselesaikan oleh Henri Chambert-Loir dan Claude Guillot serta sempat membuat Willem G.J. Remmelink pusing dan butuh waktu lama untuk dapat memecahkan sandinya.

Monumen Cinta3

sumber gambar: ngrasanipacitan.wordpress.com

Tulisan pada nisan tersebut tidak dapat dibaca oleh awam karena menggunakan metode sandi Vigenere Klasik yang ditemukan olah Giovan Batista Belaso pada tahun 1533 dan cukup populer pada awal abad ke 19. Sekilas tulisan di atas nisan ini lebih menyerupai tulisan berantakan tanpa makna atau huruf-huruf yang bertebaran saja, namun sebenarnya Sandi Vigenere merupakan pengembangan dari sandi Caesar. Pada sandi Caesar, setiap huruf teks terang digantikan dengan huruf lain yang memiliki perbedaan tertentu pada urutan alfabet. Misalnya pada sandi Caesar dengan geseran 3, A menjadi D, Bmenjadi E and dan seterusnya. Sandi Vigenère terdiri dari beberapa sandi Caesar dengan nilai geseran yang berbeda.

Artikel Lain:  Pasar Minulyo, Salah Satu Pasar Percontohan Terbaik di Indonesia

Adalah Willem G.J. Remmelink yang kemudian membuat penelitian yang memakan waktu cukup lama untuk dapat memecahkan sandi rahasia yang digunakan dalam tulisan di makam tersebut. Remmelink sangat terbantu oleh Jan Willem Stumpel yang berhasil membuat program komputer yang dapat memecahkan sandi Vigenere. Kemudian untuk pertama kalinya pada 20 Oktober 1990 sandi rahasia dalam nisan tersebut dapat dipecahkan.

Monumen Cinta4

sumber gambar: ngrasanipacitan.wordpress.com

Berikut isi dari pesan cinta yang ditulis oleh Tuan Belanda untuk kekasihnya: “Untuk istri yang sangat kucintai Djamijah. Terlahir 1873 meninggal 12 Desember 1901. Oh Djamijahku, bunga mawarku (rose of Sharon). Bagaimana saya dapat mengungkapkan rasa cinta dan hormatku kepadamu? Seluruh dunia ini menjadi sempit bagiku. Apakah aku akan bertemu denganmu lagi? Seandainya ada kehidupan di alam baka, tentu kamu sekarang ini ada di surga. Kamu sungguh sangat baik dan begitu saja terlempari kotoran . Karena itu, saya akan menempuh jalan sulit melewati Golgotha dan menemuimu kembali. Sampai kita ketemu lagi!“.