Sumber gbr : pacitantourism

Sumber gbr : pacitantourism

Jauh sebelum Goa Gong ditemukan goa yang satu ini sudah menjadi primadona wisata andalan di Pacitan. Letaknya pun tidak jauh dari Goa Gong, sekitar 5 km dari Goa Gong. Di Goa ini pernah ditemukan fosil manusia purba yang menandakan bahwa Pacitan memang menjadi salah satu pusat kehidupan manusia purba di IndonesiaSelain sebagai tempat wisata dahulu goa ini juga sering digunakan sebagai tempat pertapaan, ini terlihat dari stalaktit berwarna hijau yang menjulang tinggi hampir mencapai atap goa. Letaknya tidak jauh dari pintu masuk. Stalaktit tersebut diberi nama Saka Guru dan menjadi spot paling di sakralkan di Goa ini. Tepat disampingnya terdapat tempat pertapaan dengan lantai yang telah di lapis keramik. Dan ini menjadi tempat yang paling sakral. Pengunjung akan menjumpai sisa – sisa dupa dan kembang karena sampai saat ini pun masih ada beberapa orang yang melakukan ritual petapa di tempat ini.

Sumber Gbr : NanangDiyanto

Sumber Gbr : NanangDiyanto

Banyak pengunjung dari luar Pacitan yang pernah ke Goa ini bahkan beberapa pejabat juga pernah melakukan ritual di Goa yang bersejarah ini. Menurut cerita warga setempat, Goa Kalak merupakan tempat ritual dari Raden Brawijaya pada zaman Kerajaan Majapahit. Goa yang berusia ratusan tahun ini juga merupakan goa tertua di daerah Pacitan. Sedangkan juru kunci Goa Kalak bernama Bapak Manrejo (mbah Tugiman) yang mulai menjaga goa ini sejak tahun 1965, mbah Tugiman merupakan keturunan ke-3 dari juru kunci yang pertama. Konon, salah satu keramik yang berada di dalam Goa untuk bertapa dibuat oleh seorang pengunjung yang awalnya bertapa di Gunung Lawu kemudian mendapat wangsit untuk mencari tempat pertapaan Raden Brawijaya, setelah menemukan Goa Kalak ini lalu dia membuat keramik persegi panjang tempat untuk para pengunjung Goa Kalak yang ingin bertapa.

Sumber gbr : alipz33

Sumber gbr : alipz33

Dibalik Saka Guru anda akan mendapati stalaktit yang mirip tumpukan tulang rangka dan tengkorak menyerupai kuburan masal di tanah Toraja, dan di sebelah tempat ini didapatkan bebatuan stalaktit seperti hewan, bunga-bunga atau jamur raksasa yang indahnya seperti ukiran-ukiran kayu jati Jepara. Memasuki ruangan lebih dalam lagi, akan bertemu dengan ruangan yang lebih longgar dan beratap lebih tinggi, di sisi utara terdapat seperti ukiran tirai raksasa, dan singgasana rajayang terbuat dari kayu jati. Tempat ini agak menurun kearah utara, melingkar dari tempat masuk. Belum berhenti disitu, di sebelah barat agak naik sedikit akan didapatkan kamar raja yang ditutupi tirai yang mirip ukiran kayu jati yang luar biasa indahnya. Tempat ini berada lebih tinggi dibanding temapat datar yang ada di dalam goa, dan dibalik ruangan yang mirip kamar ini ada lorong panjang yang masih belum terjamah menuju ke arah barat daya.

Sumber gbr : alipz33

Sumber gbr : alipz33

Beberapa sisi dari goa ini masih dibatasi pagar dan terkunci sehingga tidak dapat boleh di lewati. Konon banyak yang beranggapan bahwa kemistisan goa ini menyebabkan beberapa bagian dari goa harus di segel agar penghuninya tidak berkeliaran. Memang begitu banyak cerita mistis tentang goa ini yang bahkan mengalahkan keindahan dari ornamen – ornamen stalagmit dan stalaktitnya. Akses menuju lokasi goa kalak sangatlah mudah, karena berada di pinggir jalan ketika kita akan ke pantai klayar tepatnya berada di sebelah kiri (timur). Jadi tidak ada salahnya anda menyelipkan kunjungan ke Goa ini saat berkunjung ke Pantai Klayar atau pun ke Goa Gong.

Artikel Lain:  Goa Luweng Jaran Pacitan